Oleh Renaldi Dion Samuel, S.Pd – Tim Riset SMA
SMA Regina Pacis terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memperkuat penerapan Research Based Learning (RBL) melalui pelatihan guru pembimbing yang berlangsung pada 8–9 Desember 2025. Kegiatan ini didampingi oleh Pak Felix Satrio, Manajer Akademik SMA Regina Pacis Jakarta, yang selama dua hari memberikan arahan mendalam mengenai kesiapan guru dalam mendampingi peserta didik menjalankan proses penelitian.
Pelatihan difokuskan pada pendalaman peran guru dalam membimbing penyusunan proposal penelitian sejak tahap paling awal. Proses pengenalan penelitian dimulai dengan membangun kepekaan karakter peserta didik, terutama empati dan kemampuan berpikir kritis, agar mereka mampu menangkap persoalan nyata di sekitar diri sendiri, keluarga, dan sekolah sebagai sumber inspirasi penelitian. Karakter ini menjadi pondasi penting dalam menemukan masalah yang relevan dan bermakna. Selain itu, kultur literasi ilmiah diangkat sebagai fondasi budaya sekolah, di mana guru didorong mengajak peserta didik untuk membaca dan mengkaji jurnal ilmiah secara terarah.
Dalam proses perumusan masalah hingga terbentuknya judul penelitian, guru diajak untuk menerapkan nilai-nilai karakter compassion, humility, integrity, peace dan servant leadership, secara khusus integrity yang terkait dengan honesty atau kejujuran. Kejujuran ini mencakup keberanian mengakui batas pengetahuan, keterbukaan dalam meluruskan konsep yang dipahami peserta didik, dan ketelitian dalam menilai feasibility atau kelayakan penelitian. Dengan sikap jujur dan objektif, guru dapat membantu memastikan bahwa ide yang diajukan peserta didik tidak hanya menarik tetapi juga realistis untuk dilaksanakan.
Menariknya, sesi pelatihan juga dilengkapi kegiatan bermain peran, di mana sebagian guru berperan sebagai peserta didik yang mengajukan judul penelitian, sementara guru lain bertindak sebagai pembimbing yang memberikan kritik konstruktif. Simulasi ini memberikan pengalaman nyata mengenai dinamika diskusi, proses validasi ide, serta pengambilan keputusan sebelum sebuah judul disetujui. Aktivitas ini memperkuat kemampuan guru dalam memberikan arahan yang jelas, kritis, dan membantu peserta didik menyempurnakan gagasan.
Dengan fondasi karakter yang kuat, langkah perumusan masalah yang lebih kritis, serta latihan praktik yang intensif, para guru pembimbing kini lebih siap melanjutkan ke sintaks-sintaks RBL berikutnya. Upaya ini diharapkan semakin menghidupkan budaya penelitian di SMA Regina Pacis, menjadikannya pembelajaran yang lebih relevan, bermakna, dan berdampak bagi perkembangan peserta didik.***
Keywords: Empati, CHIPS, Honesty, Problem, Feasibility