Sekolah Regina Pacis Jakarta, yang didirikan pada tahun 1958 oleh para Suster Fransiskan Misionaris Maria (FMM), telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan Katolik yang tanggap terhadap kebutuhan zaman. Sejak awal berdirinya, sekolah ini melayani kebutuhan pendidikan anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk warga Tionghoa dan ekspatriat di Jakarta. Kini, di usia lebih dari enam dekade, Regina Pacis terus memperbarui orientasi pendidikannya dengan menjadi approved centre Pearson Edexcel (Centre No. 95713) sejak 11 April 2023. Pearson Edexcel merupakan salah satu dari lima examination boards di bawah Joint Council for Qualifications (JCQ) United Kingdom, lembaga nasional UK yang mengatur standar ujian dan sertifikasi di Inggris. Selain Edexcel, terdapat juga Cambridge A, AQA, OCR, dan WJEC.
Melalui kemitraan dengan Pearson Edexcel, Regina Pacis kini menyelenggarakan program International Primary and Lower Secondary Curriculum (iPLS), International GCSE (iG), dan International Advanced Level (IAL), yaitu kualifikasi akademik internasional yang setara dengan program pendidikan di Inggris dan diakui oleh universitas-universitas ternama di dunia seperti kelompok Russell Group (UK), Ivy League (AS), dan Group of Eight (Australia). Langkah ini menandai keseriusan Regina Pacis dalam menyiapkan peserta didik menuju dunia global tanpa meninggalkan akar tradisi pendidikannya.
Meskipun telah menjadi approved centre Pearson Edexcel, Regina Pacis tetap melaksanakan Kurikulum Nasional Indonesia. Hal ini selaras dengan visi sekolah untuk mengintegrasikan lima pilar kurikulum Regina Pacis, yaitu: Kurikulum Nasional, Kurikulum Internasional, Pendidikan Karakter, Transformasi Digital, dan Future Skills. Dua satuan pendidikan PAUD dan SMP pernah menjadi Sekolah Penggerak, sedangkan unit SD dan SMA menjalankan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Integrasi ini memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman belajar terbaik dari dua dunia: fleksibilitas dan nilai-nilai kebangsaan dari Kurikulum Nasional, serta ketajaman akademik dan global outlook dari Kurikulum Internasional. Dengan demikian, Regina Pacis tidak hanya
menyiapkan murid untuk berkompetisi secara global, tetapi juga berkontribusi secara nasional.
Sebagai sekolah swasta Katolik, Regina Pacis berkomitmen mempertahankan jati diri sebagai sekolah nasional meskipun telah bekerjasama dengan lembaga pendidikan internasional. Nilai-nilai Katolik menjadi landasan kuat dalam pembentukan karakter peserta didik, termasuk dalam menumbuhkan cinta tanah air. Hal ini sejalan dengan pesan Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J., dalam pidato pembukaan konggres umat katolik sekuruh Indonesia (KUKSI II) di Semarang pada tanggal 27 Desember 1954 beliau Uskup pertama Indonesia, yang menegaskan:
“Jika kita merasa sebagai orang Kristen yang baik, kita semestinya juga menjadi seorang patriot yang baik… kita merasa 100% patriotik sebab kita juga merasa 100% Katolik.”
Kutipan ini menggambarkan bahwa iman dan nasionalisme bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan. Dalam konteks ini, Regina Pacis menanamkan bahwa menjadi Katolik yang sejati berarti juga menjadi warga negara yang mencintai bahasa, budaya, dan bangsanya sendiri. Sekolah memandang patriotisme sebagai kebajikan Kristiani (Christian Virtue) yang tercermin dalam semangat belajar, disiplin, dan tanggung jawab sosial peserta didik.
Komitmen Regina Pacis terhadap pembentukan identitas kebangsaan diwujudkan pula melalui pendekatan multilingualisme dan pendidikan inklusif. Sekolah ini bekerja sama dengan Healthy Linguistic Diet (HLD) sebuah pendekatan yang dikembangkan oleh Dr. Dina Mehmedbegovic-Smith dari University College London, untuk mendukung penguasaan berbagai bahasa secara seimbang. Pendekatan HLD, yang telah diakui oleh Komisi Eropa, menekankan pentingnya keterpaparan terhadap lebih dari satu bahasa sebagai bagian dari kebugaran kognitif dan sosial. Melalui pendekatan ini, Regina Pacis mendorong peserta didik untuk tetap menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai identitas nasional, sekaligus menguasai Bahasa Inggris dan bahasa asing lain sebagai kunci keterbukaan global. Prinsip multilingualisme ini memastikan bahwa siswa tidak kehilangan akar budaya di tengah globalisasi, melainkan tumbuh sebagai warga dunia yang berakar kuat pada kebanggaan kebangsaan.
Keunggulan Sekolah Regina Pacis Jakarta terletak pada lulusannya untuk memiliki kesempatan untuk memiliki dua pengakuan sekaligus: ijazah SMA nasional dan ijazah
internasional. Dengan kombinasi Kurikulum Nasional dan Pearson Edexcel, para siswa tidak hanya memperoleh ijazah yang diakui oleh Kementerian Pendidikan Indonesia, tetapi juga bisa mendapatkan sertifikat internasional yang membuka peluang melanjutkan studi ke berbagai universitas terkemuka di dunia. Inilah wujud nyata komitmen Sekolah Regina Pacis dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter nasionalis, berwawasan global, dan siap menghadapi tantangan masa depan.