Tak bisa dimungkiri era pandemi telah membawa gerakan perubahan pada setiap lini kehidupan manusia, tidak terkecuali sektor pendidikan. Dunia pendidikan dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kini, hingga “ia” memiliki wajah baru.

Sejumlah peserta didik kelas XII tampak sedang berbunga-bunga menanti Virtual Graduation SMA Regina Pacis Jakarta pada, Rabu (20/5/2020) pagi. Kendati, perayaan wisuda dilaksanakan di tengah situasi pandemi Covid-19, tetapi tak sedikit menyurutkan rasa kegembiraan mereka kala itu. Tak seperti tahun sebelumnya, acara wisuda kini harus diselenggarakan tanpa kehadiran langsung oleh para peserta didik kelas akhir, orang tua, guru, dan tenaga kependidikan lainnya. Perayaan wisuda digelar oleh pihak sekolah melalui media berbasis aplikasi Google Meet dengan tajuk “You Will Be Star”.

Acara wisuda daring siswa diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama, doa pembuka, sambutan dari berbagai pihak, pengumuman penghargaan siswa berprestasi, prosesi wisuda, persembahan lagu dari siswa kelas XII, persembahan lagu oleh para guru, kemudian diakhiri dengan doa penutup.

Menyongsong Masa Depan

Direktur Sekolah Regina Pacis Jakarta, Bapak Handy Nagaria menyampaikan proficiat kepada seluruh siswa-siswi kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikan menengah atas dengan baik. Atas segala upaya dan perjuangan para murid beserta bimbingan para guru, keberhasilan ini merupakan suatu bentuk kebanggaan kita bersama, walaupun berada di kondisi yang kurang nyaman.

“Semoga keberhasilan ini menjadikan alumni SMA Regina Pacis Jakarta senantiasa tumbuh dan berkembang di masyarakat dengan pedoman nilai-nilai Compassion, Humility, Integrity, Peace, dan Servant Leadership (CHIPS),” ujar Bapak Handy dalam video sambutan acara tersebut.

Ia berharap, agar peserta didik yang baru saja lulus dapat menjadi bagian dari perubahan sosial di masa mendatang. Perputaran arus zaman yang kian pesat mewajibkan para manusia untuk selalu bersikap dinamis dan fleksibel atas setiap perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu, lanjut Bapak Handy, para Recisian sepatutnya bisa membuka diri dengan bijak supaya tidak terpengaruh oleh hal negatif dari modernisasi. “Satu pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada kalian (murid-red), ‘Apa yang akan kamu lakukan di masa depan?’ Saya ingin kalian harus berbeda ke depan, karena kalian Recisian,” tegasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SMA Regina Pacis Jakarta, Bapak Tarcicius Suhirman, turut mengungkapkan rasa bahagianya atas kelulusan peserta didik kelas XII tahun ajaran 2019/2020. Ia berujar bahwa pendidikan di SMA Regina Pacis Jakarta memiliki visi terciptanya peserta didik yang beriman, cerdas, tangguh, dan pembawa damai. Visi tersebut telah mengarahkan para guru untuk berusaha memberikan pendidikan serta pelayanan efektif, sehingga mampu mengembangkan potensi-potensi para murid—baik dari sisi keilmuan maupun kepribadian.

“Demikian juga dalam mendampingi peserta didik, kami telah menurunkan keteladanan sikap dewasa yang berlandaskan pada semangat nilai-nilai Kristiani,” tutur Bapak Hirman, sapaan karibnya, saat memberikan video sambutan.

Berdasarkan hasil Rapat Dewan Guru pada Rabu, (29/5/2020) pukul 12.30 – 14.00 WIB, mempertimbangkan sejumlah kriteria kelulusan dan ketentuan nilai lain yang berlaku. Dewan Guru memutuskan, peserta didik kelas XII pada tahun ajaran 2019/2020 dinyatakan lulus 100 persen. Dengan total keseluruhan 84 peserta didik yang meliputi; program IPA sebanyak 42 peserta didik; dan program IPS berjumlah 42 peserta didik. Selain itu, penghargaan siswa berprestasi dari peminatan program IPA dan IPS diperoleh, sebagai berikut:

Program IPA

  • Juara 1: nilai perolehan 91,43 diraih oleh Robertus Eric dari kelas XII IPA 2.
  • Juara 2: nilai perolehan 88,86 diraih oleh Felician dari kelas XII IPA 2.
  • Juara 3: nilai perolehan 88,11 diraih oleh Debora dari kelas XII IPA 2.

Program IPS

  • Juara 1: nilai perolehan 83,57 diraih oleh Sheren Valerie dari kelas XII IPS 1.
  • Juara 2: nilai perolehan 82,79 diraih oleh Keren Audriel dari kelas XII IPS 2.
  • Juara 3: nilai perolehan 82,00 diraih oleh Indra Jaya Salim dari kelas XII IPS 2.

Bapak Hirman mengatakan keberhasilan pada tahun ini merupakan bentuk sukacita atas anugerah Tuhan yang patut disyukuri secara bersama. Sebab, atas karunia dan kasih-Nya para peserta didik bisa menyelesaikan pendidikan menengah ini dengan baik. “Perjalanan kalian (murid-red) masih panjang, berjuanglah terus demi cita-cita dan jaga selalu nama baik almamater Sekolah Regina Pacis Jakarta,” pesannya.

Di pihak lain, perwakilan orang tua murid kelas XII, Bapak Gregorius Wisnu Yulianto dalam pesan singkatnya melalui video, mengucapkan terima kasih kepada segenap tenaga kependidikan beserta jajaran SMA Regina Pacis Jakarta telah mendidik dan membimbing para pelajar selama kurang lebih tiga tahun dengan sabar dan penuh cinta. Ia juga membeberkan bahwa pada masa pandemi ini niscaya berdampak dengan segala aktivitas manusia; baik sektor sosial maupun ekonomi. “Demikian pada acara ini yang mau tidak mau dilakukan melalui online, namun perayaan ini mesti kita laksanakan dengan perasaan syukur dan gembira,” pungkas Bapak Wisnu.

Ia menambahkan, sebagai manusia yang lemah acapkali kita hanya bisa merencanakan, tetapi sering juga Tuhan mempunyai kehendak lain untuk merencanakan segala sesuatu. Situasi global, terkhusus di wilayah Indonesia dalam beberapa bulan terakhir barangkali tidak pernah dibayangkan sebelumnya. “Maka dari itu, para murid yang terkasih jadikanlah keberhasilan ini menjadi jalan kesuksesan di masa mendatang,” jelas Bapak Wisnu.

Persaudaraan Tanpa Batas

Dalam acara tersebut, beberapa murid dan para guru turut memberikan video persembahan lagu di acara wisuda daring itu. Tampak sejumlah peserta terharu manis saat penampilan persembahan lagu-lagu oleh perwakilan siswa dan para guru.

Indra Jaya Salim selaku perwakilan siswa kelas XII menuturkan kesan selama acara wisuda online siswa berlangsung. Remaja berkacamata itu mengaku diadakan “Virtual Graduation” paling tidak bisa melepas rindu bagi para pelajar untuk menjaga keakraban dan persaudaraan yang tak berkesudahan. “Tidak luput, saya mewakili teman-teman mengucapkan banyak terima kasih kasih atas didikan, bimbingan, dan arahan oleh para guru; baik secara akademis dan nonakademis,” ujarnya.

Ia berharap kepada para teman-teman kelas XII agar perayaan kelulusan ini bukanlah menjadi akhir dari perjumpaan. Kenanglah setiap memori indah di masa SMA untuk menjadikan kita kian berusaha menjadi orang yang lebih baik. Segala pengalaman positif dapat kita ambil hikmahnya, sedangkan hal negatif kita tinggalkan sebagai bahan refleksi. “Teman-temanku, ini adalah bagian dari perjalanan hidup di SMA, ke depan kita akan melanjutkan pendidikan tinggi. Moga pertemanan dan persahabatan kita tidak luntur, tetap mendukung satu sama lain demi kebaikan kita bersama,” pungkas Indra.