News

Kumpulan Puisi Regina Pacis

50 tahun SMA RECIS

Tahun 2015

Dengan rasa syukur, kutulis sajak ini,
untuk para pejuang Recis, Guru Karyawan peserta didik alumni,
yang pantang menyerah dan cinta damai,
yang masih di bumi dan sudah di surga.
Untuk jiwa sederhanamu dalam meraih kebenaran melalui cinta kasih
dan hati yang tulus dibalik persaudaraan dan didikan.

Kupersembahkan doa-doaku,
bagimu para pejuang bermakna sepanjang setengah abad
dan bagi hari-hari bermakna yang akan datang
dalam memberdayakan kaum muda dan mengembangkan kemandirian.

Berlayarlah ke depan para pejuang Recis​….
Pantang menyerah,Tuhan beserta kita.

AD VERITATEM PER CARITATEM

 

RE–UNI

Dengan mata kanannya ia melihat jauh ke masa depan,
tatapannya tajam, penuh gairah suci
ia memandang dengan pikirannya, aktif dan optimis.

Dengan mata kirinya ia melihat ke belakang ke masa lalu
tatapannya lembut, penuh pengertian
ia memandang dengan perasaannya, tenang dan pasti.

Dengan mata hatinya ia melihat keseluruhan menembus segala yang nampak
mempertemukan masa lalu dan masa kini menuju masa depan
tatapannya memancarkan cahaya batin yang menyemangati
ia memandang dari kedalaman batinnya

Ia melihat tidak hanya dengan matanya,
ia mendengar tidak hanya dengan telinganya
ia berbicara tidak hanya dengan lidahnya
ia memberi tidak hanya dengan tangannya
ia berjalan tidak hanya dengan kakinya.

Ia hidup di dalam Roh,
membiarkan dirinya dibimbing oleh-Nya
dari permulaan,kini dan yang akan datang.

 

Matahari di atas Recis..

Kupandang sebuah kesetiaan
tegak di cakrawala
saatnya untuk terbenam di ufuk barat.

Kutatap sebuah persembahan kasih
tenggelamkan diri untuk hadirnya malam
bagi manusia dan segenap ciptaan.

Dan kulihat menyusup ke bawah bumi
tinggalkan kegelapan di sekitarku
yang kuharap tetap setia terbit kembali pada saatnya.

Kegelapan yang kini kuhadapi menjadi tanda ada-nya di balik bumi
tempat kaki ku berpijak dan melangkah

Kurasakan kasih dan kesetiaannya, mengiringi hari-hariku
tidak hanya di benderangnya siang, namun juga di gelapnya malam,
betapa pula Dia yang telah menciptakannya

 

PERJUMPAAN DAN PERPISAHAN

Hari pelepasan SMA

 

Hidup itu berjalan dari satu pintu ke pintu yang lain
dari pintu kelahiran menuju pintu kematian
dari pintu kedatangan menuju pintu keberangkatan
dari pintu perjumpaan menuju pintu perpisahan
semua itu hal yang biasa terjadi dalam hidup manusia.
tetapi semua hal yang biasa itu bisa menjadi luar biasa
ketika kita berjalan bersama-Nya
dan berserah diri pada penyelenggaraan Ilahi-Nya
karena kita tidak pernah tahu persis apa yang akan terjadi di balik pintu sana
tetapi yang pasti bahwa Tuhan menyertai kita.

Leave a comment