News

RENUNGAN

KOMUNIKASI

Namaku Komunikasi,
Aku ada untuk membangun komunio atau persekutuan,
dengan menjalin relasi dan kesalingan;
saling mendengarkan,  saling mengenali,  saling memahami, saling menerima,  saling melengkapi
sehingga manusia dapat hidup bersama dan bekerja sama.

Namaku Komunikasi,  mediaku beragam mulai dari surat, HP, email, FB, twitter, dst.,
namun media yang paling utama adalah manusia itu sendiri  rekan sekerja Allah
untuk mengembangkan  kehidupan dalam persekutuan dengan komunikasi.

Namun…. belakangan ini
Aku merasa kehilangan hakekat keberadaanku  sebagai pembangun persekutuan, dan aku dikenai atribut-atribut negatif  seperti fitnah, tuduhan, abuse, provokasi, hujat, caci maki, gosip dst.,
membuat aku semakin menyimpang jauh  dari maksud keberadaanku  sebagai pembangun persekutuan.

Wahai manusia rekan sekerja Allah
tolong kembalikan aku kepada hakekat keberadaanku  dengan mengupayakan komunikasi yang menghidupkan
dan memelihara hidup bersama dalam persekutuan cinta kasih,

 

KATA…..KATA

Kata mempunyai makna pada dirinya sendiri,  namun ketika kata dituturkan dan dituliskan
dia tidak hanya bermakna pada dirinya saja  tetapi juga bermakna jamak bahkan menjadi bias.
Makna kata yang dituturkan dan ditulis tergantung pada  siapa yang menuturkannya,
bagaimana dituturkan dan apa motivasinya.
Makna kata yang ditutur dan ditulis dipengaruhi oleh  situasi ketika kata dituturkan, kapan dan dimana dituturkan.
Makna kata yang dituturkan tergantung pada  siapa yang mendengarnya, persepsi dan tafsirannya  atas kata yang dituturkan.
Kata itu berdiri sendiri  tetapi ketika dituturkan, kata memiliki banyak keterkaitan dan ketergantungan yang perlu dipertimbangkan.
Maka pertimbangkanlah semua ketergantungan itu  sebelum menuturkan kata dan menafsirkannya,
agar penutur dan pendengar  menemukan makna dan pesan yang sama  dari kata yang dituturkan.

 

NAMA

Ketika lahir kita menerima nama, ketika merangkak kita mengeja nama,
ketika mulai berjalan kita menyebut nama, ketika kita bergaul kita memperkenalkan nama.
Ketika kita berkiprah, kita memberi atribut pada nama, apakah menjadi nama baik atau nama buruk,
tergantung pilihan kita.
Saat kita menghadapi persoalan, kita memaknai nama, sebagai yg memberatkan hidup…………
atau sebagai yang bernilai, sehingga hidup menjadi ringan tuk diperjuangkan.
Ketika kita mati, baik yang tidur di gedung pencakar langit dengan berselimutkan sutra
atau yang tidur di tepi Ciliwung dengan telanjang dada.

Satu hal yang pasti ……kita semua meninggalkan nama untuk anak cucu dan masyarakat.

Leave a comment